Langsung ke konten utama

9 Tips Praktis dan Nyaman Ketika Menyusui


Menyusui bisa menjadi aktivitas yang membuat sang ibu dan bayi tertekan jika tidak dilakukan dengan benar. Kenyamanan adalah hal penting dalam kegiatan menyusui. Tapi bagaimana caranya agar ibu dan bayi sama-sama merasa nyaman?

Berikut ini ada 9 tips praktis yang dilansir dari phac-aspc.gc.ca agar ibu bisa menyusui dengan nyaman dan bayi yang disusui tidak rewel. Tips-tips ini sangat penting untuk para ibu, khususnya ibu muda yang baru memiliki pengalaman mengasuh bayi untuk pertama kalinya.

 
 

1. Segera susui bayi ketika ia menunjukkan rasa lapar, seperti mengemut jarinya atau mencecap bibirnya sendiri.
2. Duduklah ketika menyusui, gunakan bantal untuk menambah kenyamanan.
3. Rilekskan bahu, arahkan bayi ke dada Anda bukan sebaliknya.
4. Pegang leher dan bahu bayi dengan erat tanpa menekannya terlalu berlebihan.
5. Sangga payudara Anda dengan jari agar air susu bisa lebih mudah keluar.
6. Sentuh bibir bayi dengan tepukan lembut hingga mulutnya terbuka, jika mau melepaskan puting payudara Anda.
7. Atau Anda bisa menekan lembut ujung bibir bayi Anda hingga terbuka saat Anda ingin melepaskan puting payudara Anda.
8. Jika bayi sudah berhenti menyusu, tepuk-tepuk punggungnya lembut agar bisa bersendawa.
9. Pegang bayi Anda erat dan menempel dengan tubuh Anda saat menyusuinya.
 
 


Kegiatan menyusui bisa mendekatkan Anda dengan bayi Anda karena semua indera bisa terstimulasi. Menyusui bukan sekadar memberikan ASI kepada bayi Anda. Menyusui bisa memberikan pengaruh yang besar untuk mendekatkan diri Anda dengan bayi Anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bayi Kembung, Begini Cara Mudah Mengatasinya

Cara mengatasi bayi kembung sebaiknya menjadi salah satu hal yang wajib Ibu ketahui. Sebab, kondisi perut begah atau kembung memang membuat si Kecil tidak nyaman.  Pemberian ASI dari segi kualitas dan kuantitas saat si Kecil sedang kembung perlu lebih diperhatikan ya, Bu. Sebagai pilihannya, Ibu bisa mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung tinggi DHA yang bermanfaat untuk mendukung perkembangan otak si Kecil, 9 Asam Amino Esensial (AAE), protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ibu dengan rasa cokelat yang lezat dan pasti disukai Ibu. Penyebab Bayi Kembung Agar cara mengatasi perut kembung pada anak sesuai dengan kondisi si Kecil, Ibu perlu mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. 1. Pencernaan belum berkembang sempurna Pada usia 3 bulan, ko...

Menu Makanan Bayi Usia 18 Bulan

Seringkali ibu yang memiliki anak usia 18 bulan mengeluhkan anaknya karena sulit makan, bahkan cenderung menjadi anak yang pemilih dalam mengkonsumsi makanan selain itu beberapa diantaranya makan dalam porsi sedikit dikarenakan anak malas mengunyah. Padahal asupan nutrisi dari makanan sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak pada usia tersebut. Sebelum kami memberi gambaran mengenai menu makanan bayi pada usia 18 bulan, kali ini tim bidanku akan memberikan gambaran mengenai tumbuh kembang anak pada usia 18 bulan yang berhubungan dengan kemampuan fisik dan psikis begitu juga dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak pada usia 18 bulan. Pertumbuhan Anak Usia 18 Bulan Pada usia anak 18 bulan , anak sudah memasuki masa stabil dimana tinggi dan juga berat badan tidak mengalami perubahan yang signifikan. Umumnya pada anak perempuan yang berusia 18 bulan rata-rata mencapai 11 kg sedangkan untuk anak laki-laki dapat mencapai 12 kg. Sedangkan untuikk tinggi badan sendiri...

Mengenali Kelainan Mata Pada Anak

Gangguan penglihatan pada anak bisa menghambat perkembangannya. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Sebaiknya orang tua lebih memperhatikan kondisi anak dari ujung rambut sampai ujung kuku karena anak usia dini belum bisa mengerti dengan gangguan kesehatan yang dialaminya.  Berikut ini gangguan penglihatan yang kerap dialami anak usia dini: Kelainan refraktif Kelainan ini merupakan ketidaknormalan bentuk mata yang menyebabkan terjadinya salah bias dan menyebabkan pandangan menjadi kabur. Gangguan mata ini bisa berupa rabun dekat, rabun jauh, dan silinder. Fakyor genetik dan kebiasaan buruk menjadi penyebab kelainan mata ini. Gejala yang sering ditunjukkan penderita ganggaun refraktif adalah kerap menyipitkan mata saat menatap objek dari jarak jauh atau dekat. Ambliopia atau mata malas Gangguan ambliopia disebabkan berbagai faktor yang mengakibatkan otak hanya memproses informasi visual dari satu mata yang dominan. Akibatnya, anak...